There was heavy snow in front of my room in IDEC, Hiroshima University. I’d recorded using my pocket camera. As you can see that it was very windy snow.
There was heavy snow in front of my room in IDEC, Hiroshima University. I’d recorded using my pocket camera. As you can see that it was very windy snow.

Logo PPI – PNG Type.png (114 KB)
Logo PPI – TIFF layered.tif (813 KB)
Logo PPI Hiroshima – TIFF latyered. tif (883 KB)
Logo PPI Emboss.tif (6 MB)
Keterangan: Layered berarti file tersebut memiliki layer yang bisa diedit, jadi bisa didesain sesuai dengan keinginan. Silahkan saja didownload semuanya bila tidak ada masalah dengan akses internetnya.
IDEC is one of the host institutions for the regular Master’s program of the Joint Japan/World Bank Scholarship Program(JJ/WBGSP).
Detail here http://www.hiroshima-u.ac.jp/en/idec/enrollment/
Outline and necessary procedures for October 2011 Enrollment
Outline for Admission to IDEC with JJ/WBGSP
Application Procedures and Selection Process
Application for Admission to Graduate Study (JJ/WBGSP)
For detailed information of JJ/WBGSP, refer to www.worldbank.org/scholarships.
All applicants except for applicants for Special Selection for Senior Citizens are required to submit a language ability certificate.
Master’s Program
Applicants are required to submit an official score certificate of language test as specified below. The scores must be
fewer than two years old at the time of IDEC entrance examination.
Those who choose English
Test of English for International Communication (TOEIC(R))
Test of English as a Foreign Language (TOEFL(R)) – either TOEFL-iBT, TOEFL-PBT or TOEFL-CBT
International English Language Testing System (IELTS)
Those who choose Japanese
Japanese Language Proficiency Test
Japanese Examination of Japanese University Admission for International Student (EJU)
The Final Examination of Preparatory Education to the Foreign Government-sponsored Students granted by the Japanese government in China and Malaysia
J.Test.
TOEIC-IP or TOEFL-ITP results can be accepted those for examinations taken within a university or an equivalent organization.
Doctoral Program
Applicants are required to submit a language ability certificate as specified below:
TOEFL(R) or other equivalent English language test.
Japanese Language Proficiency Test or other equivalent Japanese language test.
Other official documents certifying the language ability.
TOEFL(R) code number for IDEC, Hiroshima University is 7318. Use the code when you request Educational Testing Service (ETS) to send the Official Score to us.
We DO NOT accept a photocopy of test score documents as valid application materials.
Past exam are available at IDEC Student Support Office from 9 a.m. to 4:30 p.m. on our business day.
You can take photocopies at your own expense at the Univ. Coop. on campus. There is no mailing service on request.
Send a letter indicating a course (Master’s or Doctoral), selection category and enrollment period you are going to apply with a return-envelope.
Return-envelope: Approximately 24 cm ×33 cm sized, with your name, address, and postal code written clearly.
Attach a 200-yen stamp on the envelope (This amount is for domestic postal service in Japan.)
For applicants from oversea: Please enclose self-addressed envelope and 4 International Reply Coupons (IRC)
Please be advised that Express or Registered mail delivery needs additional fee.
Student Support Office
Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC)
Hiroshima University
1-5-1 Kagamiyama, Higashi-Hiroshima, 739-8529 JAPAN
koku-gaku(at)office.hiroshima-u.ac.jp
Bagi mereka yang akan membawa keluarga dari Indonesia ke Jepang, silahkan mengikuti prosedur pembuatan Certificate of Eligibility (COE) hingga memperoleh VISA di bawah ini. Prosedur ini dibuat berdasarkan pengalaman di tahun 2010, bagi mereka yang memiliki pengalaman terbaru mohon memberikan komentarnya.
Sebelum datang ke Keimigrasin Jepang di Hiroshima City, mohon disiapkan dokumen sbb:
Sebaiknya bawa juga:
Tips dan Trik:
COE ASLI kemudian akan dikirimkan ke alamat kita berkisar 1 minggu hingga 2 bulan. Triknya supaya segera mendapatkan COE adalah dengan mencantumkan tanggal kedatangan keluarga lebih cepat dari yang direncanakan. Misalnya kedatangan keluarga awal Bulan Januari, maka di dalam aplikasi form dituliskan saja awal Bulan Desember, agar COE asli dapat kita peroleh lebih cepat. Karena COE asli ini perlu kita kirimkan lagi ke Indonesia yang memakan waktu 4-7 hari kerja.
Untuk keluarga yang ada di Indonesia, pada saat ke Kedutaan Besar Jepang, mohon disiapkan sbb:
Semoga bermanfaat…
©RLK, 2010 [anto_leonardus@yahoo.com]
Budaya populer dipenuhi oleh mitos dan legenda. Sebagian besar tidak berbahaya. Namun ketika dokter mulai percaya dengan mitos, mungkin ini sudah saatnya untuk waspada.Di British Medical journal bulan desember, peneliti telah memperhatikan beberapa kesalahpahaman, mulai dari kepercayaan bahwa seseorang harus minum 8 gelas air per hari sampai membaca di lampu redup akan merusak penglihatan.
“Kami merasa perlu mengangkat hal ini, karena kami tahu bahwa dokter mempercayai hal-hal seperti itu, dan bahkan memberikan informasi seperti demikian pada pasien”. Demikian kata dr. Aaron Caroll, asisten profesor pediatrik (spesialis anak) pada Indiana School of Medicine. “Dan kepercayaan seperti ini sering disitasi oleh media populer”.
Inilah mitos tersebut, sehingga dapat diinformasikan kepada dokter anda.
Mitos: Manusia hanya menggunakan 10 persen dari kapasitas otaknya.
Fakta: Dokter dan pelawak, seperti Jerry Seinfeld, sering mensitasi pernyataan ini. Ia sering secara sembrono dihubungkan dengan Albert Einstein. Namun scan MRI, scan PET, dan studi radiologi telah menunjukkan bahwa tidak ada area mengganggur (dormant) pada otak. Setelah melihat neuron individu pada sel, ternyata tidak ditemukan area yang inaktif. Studi metabolik mengenai bagaimana sel otak memproses kimiawi tubuh menunjukkan tidak adanya area yang tidak berfungsi. Menurut Caroll, mitos ini kemungkinan berasal dari para motivator kepribadian di tahun 1900an yang ingin meyakinkan audiensnya bahwa mereka belum mencapai potensi mereka secara penuh.
Mitos: Anda sebaiknya minum setidaknya delapan gelas perhari.
Fakta: “Tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa anda memerlukan air sebanyak itu”. Demikian kata dr. Rachel Vreeman, peneliti pediatrik. Menurut Vreeman, mitos ini berasal dari tahun 1945, dimana Badan Nutrisi Amerika Serikat merekomendasikan bahwa seorang individu mengkonsumsi cairan sebanyak 8 gelas. Bersamaan dengan berjalannya waktu, kata ‘cairan’ berubah menjadi air. Namun air yang berada pada buah, sayuran, kopi, dan cairan lainnya seharusnya juga dihitung.
Mitos: Kuku jari dan rambut akan tumbuh setelah kematian.
Fakta: Sebagian besar dokter pada awalnya meyakini hal ini. Namun setelah mereka pikirkan lebih jauh, ini tidak mungkin. Yang terjadi adalah sebagai berikut. “Sewaktu kulit tubuh mengering, jaringan lunak, terutama kulit, mengalami pengkerutan’. Demikian kata Vreeman. ” Kuku kelihatan lebih terlihat sewaktu kulit mengering. Hal yang sama juga terjadi dengan rambut, namun tidak terlalu jelas. Ketika kulit menyusut kedalam, rambut terlihat lebih kelihatan di permukaan kulit.”
Mitos: Rambut yang dicukur tumbuh lebih cepat, lebih gelap, dan lebih besar.
Fakta: Pada uji klinis tahun 1928 telah membandingkan pertumbuhan rambut di bagian kulit kepala yang dicukur dan yang tidak dicukur. Rambut yang digantikan oleh rambut yang dicukur ternyata tidak lebih gelap, lebih tebal, atau lebih cepat pertumbuhannya. Kajian yang lebih mutakhir telah mengkonfirmasikan hal ini. Inilah yang terjadi. Ketika rambut mulai tumbuh setelah dicukur, ia tumbuh dengan ujung tumpul, demikian penjelasan Caroll dan Vreeman. Seiring dengan berjalannya waktu, ujung tumpul tersebut menjadi semakin tumpul, sehingga rambut menjadi kelihatan lebih tebal. Rambut yang baru tumbuh bisa kelihatan lebih gelap juga, karena ia belum terkena paparan sinar matahari.
Mitos: Membaca di lampu redup merusak penglihatan
Fakta: Peneliti tidak menemukan bukti bahwa membaca di lampu redup menyebabkan kerusakan mata permanen. Ia dapat menyebabkan tegangan mata dan sementara mengurangi ketajaman penglihatan, yang segera akan pulih.
Mitos: Makan Kalkun membuat mengantuk
Fakta: Bahkan Carroll dan Vreeman meyakini hal ini, sampai mereka melakukan riset. Yang dipelajari, ternyata terdapat zat triptofan di kalkun yang menyebabkan ngantuk. Namun kalkun tidak mengandung zat itu lebih banyak daripada ayam atau sapi. Mitos ini didorong oleh fakta bahwa kalkun sering dimakan secara ‘kolosal’ bersama hidangan lain sewaktu liburan, sering kali dengan minuman keras. Dua hal itu bisa menyebabkan rasa kantuk.
Mitos: Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit
Fakta: Tidak ditemukan adanya kasus kematian berhubungan dengan hal ini. Kasus interferensi dengan instrumen rumah sakit biasanya tidak serius, demikian temuan peneliti. Dalam satu kasus, handphone ditemukan telah menginterferensi 4 persen dari instrumen, namun hanya ketika telfon berada dalam jarak 1 meter dari instrumen. Kajian yang lebih baru, tahun ini, menemukan tidak adanya interferensi pada 300 tests di 75 ruang perawatan. “Ketika kami mendiskusikan kajian ini, dokter kelihatan tidak percaya bahwa handphone tidak menggagu instrumen.’ Demikian kata Vreeman. “Namun setelah kami memaparkan bukti medis, mereka akhirnya percaya bahwa kepercayaan seperti itu tidak tepat.”
Diterjemahkan dari: livescience
Recent Comments